Untuk diRenungi !!!

Ada satu kisah yang mungkin bisa dipetik maknanya.
Kisah seorang teman yang belum menginjak 2 tahun usia pernikahannya.
begitu banyak halangan ternyata di usia kebersamaan mereka yang masih muda ini.
Waktu pacaran mereka  memang singkat (termasuk singkat menurutku),
hanya 1 tahun waktu mengenal masing-masing,
belum cukup untuk menyelami semua sifat aslinya.

Kini setelah berjalan belum tepat 2 tahun bahkan,
ada saja cerita yang membuat hati ini sesak terasa,
sifat yang mungkin dulu dipendam kini seolah baru nampak dipermukaan.
lelah jika harus mengurai satu demi satu pertikaian dalam rumah tangganya.

Begitu sulit kalo keadaan udah serumit itu, ingin terus berjalan namun terlalu perih untuk dipertahankan.Ingin melepaskan namun banyak hal yang harus dikorbankan. Dan dalam keadaan seperti inilah yang menjadi korban adalah seorang bayi mungil yang belum 1 tahun menikmati indah kehidupan bumi.

Aaaah … nggak sanggup melihat tatapan mungil itu,
sedih dan ingin meremas hati sajalah.
Memang perih melihat perpisahan menanti,
namun apa daya jika memang tak lagi satu makna ?
Jika memang langkah tak seirama,
jika memang terlalu banyak cerita perih bahkan terlampau murka?
Jika memang perbedaan paham menjadi tunas pertengkaran ?
Bukankah jika harus berlogika memang harusnya berpisah ?
agar tak ada lagi airmata ?
Agar tak merasakan lagi sesak didada ?

Ah … kawan aku memang belum paham tentang pernikahan,
begitu dini untukku mengerti keadaanmu.
Tak dapat berikan masukan untukmu,
yang terbaik bagimu ada dalam hatimu …
Jujurlah dan pilihlah pilihanmu …
beranjak pergi atau ingin tetap bertahan
dengan berteman air mata setiap malam ?

Atau coba kau diam sejenak ....
renungkan kebelakang saat kau habiskan waktu indah bersamanya?
Tak bisakah kau ulang lagi sekarang ?
saat inginmu disesuaikannya, saat maunya selalu kau turuti ?
Jika dulu kalian bisa mempertahankannya kenapa tidak dengan sekarang ?
Salahkah waktu .... ???
tak egoiskah jika harus berpisah dan membiarkan buah hati kecewa ?
Lihatlah matanya .... ???
masih adakah kesejukan itu atau hanya amarah yang tak terpadamkan ?

Satu yang mampu kupetik dari kisahmu kawan, ternyata tak semudah itu menjaga apa yang sudah ada dan mempertahankan apa yang telah diperjuangkan. Hanya tunas cinta yang tak berlogika yang tumbuh dihati yang membuat cinta itu akan tetap mewangi. Tak perlu kata-kata indah untuk membuatnya jatuh cinta, tak perlu pengertian semata untuk membuatnya bahagia karna tanpa tunas yang tumbuh alami maka seiring jalannya waktu maka terlihatlah sejatinya cinta itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara menghadapi Cowok yang "meminta" lebih ^_~

Butterfly in my stomach

“Yah udah jalanin aja dulu”