"Friendship"

Ternyata mempertahankan suatu hubungan persahabatan itu gak semudah yang dibayangkan, butuh bgtz yang namanya saling pengertian dan macam-macamnya, mungkin dari jaman sekolah udah begitu banyak hubungan persahabatan yang udah gw bina, udah banyak gank-gank yang gw bikin sama teman-teman sekolah dulu dan ada sebagian yang masih eksis sampai sekarang, ada juga yang udah tinggal nama ajagh. Saat gw memasuki dunia kerja ternyata gw kembali menemukan sahabat-sahabat baru yang bikin hidup gw makin berwarna. Yang bisa bikin suasana kerja lebih terasa fun, mereka yang menyemangati gw ketika lagi down dan selalu mengingatkan gw untuk berpijak saat keangkuhan mulai terbang menjauh.
Yah namanya persahabatan bener bgtz kata "sindentosca" bagai kepompong , mengubah ulat menjadi kupu-kupu. Kadang terasa dekat bgtz dan kadang karna tingkah yang terlalu menjadi jauh, butuh bgtz yang namanya pengertian dan saling percaya, dan menjauhkan yang namanya Ego. Maybe gak terlalu jauh dengan mempertahankan hubungan dengan pacar, bedanya kalo pacar setelah hubungan itu berakhir bisa jadi musuh tapi kalo sahabat saat lagi ada masalah sama kita bisa jadi musuh dalam selimut (hehe),
Kadang sangat sulit untuk membedakan sahabat yang benar-benar tulus untuk bersahabat dengan kita atau sahabat yang hanya "bersahabat" tapi sebenarnya adalah musuh tersembunyi kita. Semua itu hanya waktu yang bisa menjawab, karna kalo sahabat sejati itu takkan pernah pudar oleh putaran waktu. Namun kalau "sahabat" bisa kita lihat umurnya segimana (panjang atau tidaknya suatu hubungan). Jadi untuk kita yang baru menemukan sahabat-sahabat baru jangan langsung percaya 70% sama dia, tetap harus ada jarak dengan dia, curhat boleh-boleh aja tapi ada batasannya, jangan membuka semua masalah yang sedang kita hadapi karna itu akan menjadi boomerang bagi diri kita kalau-kalau ternyata dikemudian hari kita ada masalah dengan dia. Bisa-bisa segala curhatan kita sebagai senjata dia untuk menjatuhkan kita. Jadi untuk mengantisipasi dari hal-hal yang tidak kita inginkan kelak, kita harus memiliki ruang privasi sendiri dari sahabat, walaupun sahabatan tapi harus menghargai privasi masing-masing. Itu yang dapat gw petik dari hubungan persahabatan gw kali ini, saat gw kenal sama "sahabat" ini gw percaya bgtz sama dia dan begitupun dia, segala curhatan gw tuangkan semuanya kedia tanpa ditutup-tutupi, begitupun sebaliknya dia juga melakukan hal yang sama ke gw, sampai-sampai semua yang gw lakuin gw selalu cerita ke dia dan semua itu gw lakukan tanpa batas, seiring berjalannya waktu gw ngerasa ada sesuatu yang seharusnya gw tutupin tapi dia selalu mencoba untuk mengetahui tanpa batas, karena gw merasa takutnya dia curiga dengan apa yang gw lakuin so gw pun menceritakan ke dia tanpa menutupi, tapi lama-lama gw merasa sedikit tergangu dengan apa yang dia lakukan ke gw, gw ngerasa nggak ada ruang lagi untuk diri gw sendiri, privasi gw yang seharusnya hanya gw yang tau, dia juga bisa tau dan gw mulai merasa muak atas semua ini, gw gerah bgtz karna hidup gw jadi seperti diatur sama dia, Dan yang bikin gw tambah muak dia selalu ikut campur atas apa yang gw lakuin (ArGggghhhhhh), Tentunya gw merasa keberatan dan gw coba untuk menjaga jarak sama dia, Ketika gw menjaga jarak dia malah menganggap gw nggak comitment dan dia malah menyangka gw menutupi sesuatu dari dia, gw coba untuk bersikap santai atas apa yang dituduhkan dia ke gw, Dan sampai akhirnya hubungan gw sama dia lagi renggang karna sesuatu. Dan hubungan persahabatan gw jadi hancur karena itu, dia menjudge gw dengan segala pemikiran negatifnya. Dia yang dulu sahabat terbaik gw selama setahun belakangan ini, sekarang malah orang yang harus gw waspadai karna udah menjadi musuh dalam selimut gw. Namun gw tetap untuk coba mengerti dia, walaupun dia udah mengecewakan gw tapi dia gw anggap sebagai teman terbaik gw.
Dari sini gw belajar banyak tentang arti persahabatan, Walaupun kita bersahabat baik tapi tetap harus ada ruang untuk diri sendiri yang tak boleh terjamahkan oleh orang lain.
untuk seseorang yang telah menjadi sahabat gw setahun belakang ini.
" Malaikat juga tahu sahabat macam apa dirimu? "

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara menghadapi Cowok yang "meminta" lebih ^_~

Butterfly in my stomach

“Yah udah jalanin aja dulu”